fbpx

Forgot Password

Language:
  • en
  • ru
  • fr
  • fr
Currency :
0 $0,00
my cart: 0 item(s)- $0,00
In Uncategorized

Siapa nih yang udah gak sabar untuk travelling lagi? Gegara Covid-19 yang mengharuskan kita berdiam dirumah dalam waktu yang lama pastinya bikin bosen ya. Tapi per Juni kemarin akhirnya pemerintah coba untuk melonggarkan ruang gerak kita yang biasa kita kenal dengan istilah “New Normal”. Kita udah boleh untuk keluar rumah dan beraktivitas asalkan tetap mengikuti protokol keamanan kesehatan yang ada.

 

Nah klo untuk travel udah bisa belum ya? Gini, belum semua negara di dunia membuka border mereka yang artinya masih ada keterbatasan atau bahkan masih dilarang untuk keluar masuk kecuali dengan kondisi tertentu yang pastinya harus bener-bener mendesak. Beberapa maskapai penerbangan pun juga masih membatasi schedule mereka sampai waktu yang belum bisa ditentukan.


Tapi tenang guys, udah banyak juga kok negara-negara yang mulai buka. Ada yang udah melayani semua tipe visa tapi ada juga yang baru membuka penerimaan aplikasi visa dalam kategori tertentu. Contohnya Belanda.

Tepatnya tanggal 27 Juli 2020, pemerintah Belanda melalui Kementerian Luar Negeri mengumumkan bahwa akan ada visa exemption (visa pengecualian) bagi mereka yang menjalani hubungan jarak jauh. Visa ini disebut Visa Exemption Long Distance Relationship. Visa ini bersifat sementara aja ya, artinya visa ini secara khusus dibuat hanya untuk kelonggaran selama pandemi. Dan ini masuk kategori Visa C Short Stay (<90 hari)

Nah kali ini aku mau berbagi tentang pengalamanku mengajukan visa khusus ini mulai dari dokumen yang diperlukan, prosedur dan tips pastinya .. Yuk kita simak penjelasan dibawah ini

Siapa aja yang bisa mengajukan tipe visa ini?

  1. Pasangan kamu (nikah/ gak nikah) adalah warga negara Belanda atau warga negara Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) atau Switzerland.
  2. Kalian sudah menjalin hubungan selama minimal 3 bulan
  3. Sebelum masa pandemi, kalian sudah pernah bertemu minimal 2 kali dan ngehabisin waktu bareng. Ini harus bisa dibuktikan ya, contohnya seperti tiket pesawat, reservasi hotel dan foto.

Dokumen apa aja yang dibutuhkan?

  • Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan sebelum berakhirnya perjalanan. 

    Paspor juga harus di fotocopy dibagian lembar yang ada cap visanya dari negara-negara yang pernah kamu kunjungin sebelumnya (klo ada)

  • Visa application form  

    Unduh disini. Ini bisa di ketik ataupun tulis tangan. Saran dari aku, isi langsung formnya secara online baru deh di print dan tandatangan.

  • Photo 3×4 – 2 lembar. 

    Pas photo ini harus banget sesuai dengan ketentuan aplikasi visa ya, misal gak boleh miring kepalanya, gak boleh buka mulut, gak boleh blur, dll.  cek disini

  • Fotocopy Kartu Keluarga, KTP dan Akta Kelahiran

    Ketiga dokumen itu harus di translate ya (diterjemahkan kedalam bahasa Inggris/ bahasa Belanda). Untuk menerjemahkan, kalian bisa pakai jasa translator tersumpah (ini ada di layanan tambahan VFS). Tapi klo aku, ketik aja secara manual, hemat yes. Dan ini masih bisa diterima untuk aplikasi visa kok. Templatenya juga gampang ditemuin di google. Scroll paling bawah untuk liat contohnya

  • Bank Statement/ Cetak Rekening Koran

    Untuk tipe visa khusus ini dan selama pandemi akan diminta transaksi selama 6 bulan terakhir ya, bukan 3 bulan seperti biasanya.Klo pakai Bank Mandiri seperti aku, langsung aja dateng ke cabang terdekat bilang mau cetak rekening koran untuk visa. Petugas bank udah paham. Biayanya juga relatif murah Rp 2500,- / lembar. Langsung jadi kurang lebih 30 menit klo gak antri.

    Note: Klo di sponsorin atau dibiayain secara penuh wajib mencantumkan bank statement dari kedua belah pihak ya. Untuk si doi di Belanda, transaksi 3 bulan terakhir aja cukup.

  • Tiket Pesawat PP. 

    Gak harus langsung dibayar, di book aja dulu terus langsung di print deh. Klo mau langsung bayar, usahain pilih tiket yang bisa di reschedule ya.

  • Surat Keterangan Kerja 

    Ini sebagai bukti klo kita akan balik ke Indonesia dan gak menetap disana. Jadi wajib ya

  • Travel Itinerary

    Jelasin pas disana kamu mau kemana aja. Gak harus fix banget yang penting ada rencana.

  • Sponsorship Letter Surat ini bisa kalian download disini ya. Ini langsung pake bahasa Belanda yang aku dapat dari website resmi kedutaan. Nah surat ini harus diisi sama si doi dan di legalisir/ di cap di IND dan di tandatangan (kayaknya sejenis catatan sipil di Belanda). Klo udah komplit, minta si doi kirim ke kamu trus kamu print deh.
  •  Asuransi Perjalanan  Minimal coverage (pembiayaan) € 30.000. Asuransi yang menurutku OK bisa coba cek ACA, AXA smart traveler atau mega Insurance ya. Aku bayar 1.5 juta untuk 1 tahun dan pilih untuk 2 negara kunjungan, jatuhnya lebih murah soalnya hehe. kalian bisa cek di website Future Ready
  • Invitation Letter 

    Si doi harus bikin surat pernyataan yang menyatakan bahwa doi pengen kamu kesana. Jelasin juga untuk apa dan berapa lama.

  • Proof of Relationship (bukti hubungan sama si doi)

    Tiket pesawat yang buktiin dia kunjungin kamu atau kalian liburan bareng. Tiket terpisah gak masalah yang penting tanggal dan destinasi sama yes.

    Foto kebersamaan kalian. Bisa foto bareng teman dan keluarga juga. Lampirkan aja beberapa foto.

    Hotel Reservasi – klo dirumah bisa jelaskan aja dirumah siapa dari kapan sampai kapan

    Declaration of Relationship. Form ini bisa didapet di website kedutaan atau unduh disini. Ini isinya detail pasangan mulai dari kapan pertama kali jadian dan kapan aja pernah ketemu. 

    3rd parties statement. Ini adalah pernyataan tertulis dari pihak ketiga yang tau banget tentang hubungan kalian dan dapat mengkonfirmasi klo kalian memang betul pacaran. Bisa dari teman, orang tua, atau sodara

Nah 12 poin diatas itu baru syarat dan dokumen apa aja yang harus kamu siapin. Sebenernya gak serumit itu, keliatan ribet karna ada penjelasannya hehehe. Sebenernya sama aja seperti aplikasi visa Schengen biasanya. Cuma ada beberapa poin tambahan mengingat ini termasuk kedalam kondisi/ situasi khusus ya.

Sekarang lanjut ke prosedur pengajuan 

Prosedur Pengajuan Visa Schengen Melalui VFS

  • Cuss ke website > VFS GLOBAL pilih pembuatan janji temu (make an appointment). Kamu harus bikin akun dulu yah pake email. Kalo udah pernah punya, bisa langsung login aja.
  • Pilih tanggal dan jam sesuai keinginan kamu.Klo udah, ikuti langkah selanjutnya dan tunggu email konfirmasi dari VFS.

  • Email konfirmasi yang kamu dapet, harus kamu print dan bawa pada saat janji temu.
  • Gak boleh telat. Harus udah disana 15 menit sebelum jam janji temu. Ini ketat banget ya, kamu gak bakal bisa ngrengek masuk karna telat.

  • Kalo udah di dalam, tunggu sampai nomor antrian kamu dipanggil. Kamu masih boleh bawa HP masuk tapi harus SILENT dan gak boleh foto-foto lho.

  • Setelah dipanggil, serahin semua dokumen dan make sure semua lengkap. Tenang ya, staff di VFS baik-baik kok dan pasti bantuin kamu. Klo semua dokumen lengkap, paling cuma butuh waktu sekitar 15 menit.

 

  • Setelah penyerahan dokumen selesai, kamu harus tunggu untuk dipanggil dan lanjut ke loket pembayaran. 

    Visa fee IDR 1.340.000

    Biaya Logistik IDR    288.000

    Covid Levy Fee (sumbangan)IDR      38.500

    Kurir IDR      50.000

    Total IDR 1.716.500

     

    Note: Selama COVID, paspor yang sudah jadi, gak bisa diambil sendiri. Harus dikirim, makanya ada biaya kurir.

    Pembayaran cuma bisa pakai CASH

  • Pembayaran selesai. Tunggu nama kamu dipanggil untuk foto dan rekam sidik jari.




Contoh Format Terjemahan KK, KTP dan Akte Kelahiran




Total waktu di VFS kurang lebih 1 jam lah, selama dokumen kamu lengkap. Untuk lihat kelengkapan dokumen kamu bisa unduh check-list ini ya 

Tunggu kurang lebih 7 – 15 hari kerja. Semua status update pengajuan visa kamu akan dikirim via email. Jadi bisa kepantau.

Paspor aku selesei persis 7 hari. Tapi karna ada proses pengantaran, jadi aku baru dapet pasporku setelah total 11 hari. Selama 11 hari jadi kurus, kepikiran terus bakal diterima gak visanya. 

Kamu gak bakal bisa liat status visa by email, kamu baru bisa tau dapet atau engga setelah buka passpor dan nemuin stiker visa. Alhamdulillah, stiker yang aku harapkan terpampang cantik dan manjiaah di halaman pasporku.

 

Nah buat kalian yang baru mau apply visa, semoga tulisanku membantu ya. Ini juga bisa dipakai untuk pengajuan visa Schengen pada umumnya, cuma gak perlu pake keperluan proof of relationship aja.

Good Luck Good People!

In Uncategorized

WHY RED TEA IS BETTER THAN GREEN TEA

Green tea has long been acknowledged for its health and wellness benefits, including weight
loss assistance. The evidence is irrefutable. But are we overlooking something better?
It is true that green tea contains powerful antioxidants. These components contribute to
minimizing health risks such as cancer and cardiovascular disease.
As a Weight Loss Expert, it has been my primary goal to share practical tips and tricks for
those pursuing optimal health. In upholding my obligation to transparency, I am about to
reveal how green tea, although beneficial, is gradually losing value in the light of its delicious
rival – rooibos.
Rooibos, also known as red tea, is equally high in antioxidants, but is sourced from different
substances to that of green tea. The antioxidants contained in rooibos – aspalathin and
nothofagin – are comparatively rare, and help to regulate blood sugar, reduce excessive fat
production, lessen stress, and inhibit metabolic disorders.
After the results of recent studies, alongside my own findings related to the major players
in sustainable weight loss, I consider red tea an essential. In addition to preventing heart
disease, diabetes, Alzheimer’s and more, it is an accessible and effective answer to weight
gain.
This year I began the production of my Red Tea Detox. A primary goal was to harness the
incredible benefits of rooibos whilst combining the ingredient with a number of other, equally
valuable elements.

Rooibos means red bush. The plant is readily available, with leaves that turn red upon 
fermentation. With so much potential to assist with our health and wellness journey, I
considered it wrong to ignore the strength of the plant.
Unlike green tea, red tea does not contain caffeine, and therefore drinking the blend at night
won’t leave you restless.
Another factor of its ultimate superiority is simply – taste. The bitterness of green tea is often
attributed to its high tannin content, which is less prevalent in red tea.
Many health products do not aim to bridge the gap between adults and young children,
but the pursuit of health is of equal importance for both demographics. Which is why I’ve
designed a recipe that caters to all ages and tastes, with the inclusion of a sweetened
version of the recipe.
This particular Red Tea Detox program is fresh and matchless, already actively transforming
lives since its launch.
Click here to check it out – *www.redteadetox.com

X